Bedah Buku : LEADERSHIP 3.0 Seni Kepemimpinan Horizontal Untuk Semua Orang (Ardhi Ridwansyah)

Fitria Suartini Labour 01-Apr-2016 17:19

Banyak orang yang meyakini bahwa sifat kepemimpinan seseorang adalah dari faktor keturunan. Atau dengan kata lain, pemimpin hanya semata-mata ditentukan oleh bakat, bukan hanya mengandalkan titel. Padahal, sifat kepemimpinan dapat dibentuk secara sengaja agar bisa menggerakkan orang lain dan orang lain dapat mengikutinya. Sebagai contoh, sering terlihat seseorang dapat membentuk sifat kepemimpinannya melalui berbagai macam pelatihan leadership, memulai memimpin di forum-forum yang kecil, kemudian lanjut ke forum yang lebih besar. Public speaking akan terlatih dengan sendirinya, kedewasaan akan bertambah seiring berjalannya waktu, dimana dalam organisasi satu dan yang lainnya terus bermunculan masalah sehingga ia dapat memikirkan segala keputusan dengan tegas dan bijaksana.

            Seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melekat pada dirinya, karena kordratnya pemimpin akan diteladani oleh orang yang dipimpinnya. Contoh-contoh aspek tersebut adalah:

  • Cara Berpakaian

Ketika seorang kepala desa akan berpidato di depan rakyatnya, hal yang pertama dilihat adalah penampilan. Apabila dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat berantakan rakyat pun kurang menghargai dan terlihat acuh, begitu pun sebaliknya. Karena pakaian adalah sebagai identitas, mencerinkan kepribadian dan kebiasaan sehari-hari.

  • Kebugaran Tubuh

Seorang pemimpin harus tampak bugar dan sehat. Walaupun semalaman bergadang, dan esok harinya akan memimpin rapat seseorang pimpinan tidak boleh menampakkan mukanya yang kusut, atau badannya yang terlihat lelah. Pemimpin harus terlihat tetap bugar agar membawa energi positif kepada bawahannya.

  • Posisi Postur Tubuh

Seorang pemimpin ketika berada di hadapan bawahannya harus terlihat gagah, tidak boleh loyo bahkan terlihat tidak berenergi. Karena itu akan memberikan energi negatif kepada bawahannya.

  • Kebersihan Dan Kerapihan Anggota Tubuh

Sebagai contoh, ketika direktur perusahaan akan bertemu clien atau partner kerja dan ketika bersalaman melihat kuku panjang. Apa yang terpikir di benak clien dan partner? Tidak yakin jikalau akan direspon positif.

 

Seseorang pemimpin bukan hanya harus cerdas dan mempunyai intelektual tinggi. Namun, perhatikan sisi-sisi emosional, dan aspek kemampuan sosial. Bayangkan ketika seseorang pemimpin yang telah menjadi seorang profesor lalu ia tidak bisa mengontrol emosinya? Bagaimana tanggapan bawahan? Emosi dapat membuat semuanya pergi. Karena memimpin bukan hanya mengajak untuk bergerak, tapi bagaimana caranya memberikan kenyamanan kepada bawahan. Karena emosi dapat menular, memang emosi bukanlah virus tapi ia berkembang biak apabila tidak bisa mengontrolnya.

Kemudian bangunlah hubungan yang baik dengan orang-orang di sekeliling. Karena seorang pemimpin tidak dapat berjalan sendiri, ada waktunya pemimpin seperti lansia yang perlu dituntun bahkan seperti anak kecil yang masih perlu dibimbing. Bangunlah koneksi seluas-luasnya agar sifat kepemimpinannya terus berkembang.

Dalam menjalani kehidupan berorganisasi, tidak heran masalah datang silih berganti. Disinilah kepiawaian pemimpin dalam memecahkan masalah dibutuhkan. Seorang pemimpin harus bisa melihat masalah yang sama dengan kaca mata berbeda. Artinya, seorang pemimpin punya caranya masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Pemimpin pun punya level yang lebih tinggi dalam pemecahan masalah. Pemikiran yang bukan lagi seperti pemikiran karyawan tetapi hasil pemikiran dari segi kacamata yang berbeda. Karena hal ini bukan hanya memikirkan pribadi tetapi mementingkan kepentingan orang banyak. Tidak boleh ada yang merasa dirugikan. Pemimpin harus bisa belajar memanah supaya apapun keputusan yang dihasilkan akan tepat sasaran dan tidak terlalu mengulur waktu untuk memikirkannya kembali di lain waktu. Karena pemimpin akan punya target panahan yang lain di waktu yang berbeda.

Dalam prakteknya, pemimpin harus punya rasa percaya diri yang tinggi, bahkan bukan hanya percaya diri namun harus punya motivasi yang tinggi pula. Dimana  motivasi yang harus dimiliki oleh pemimpin ada 2 jenis motivasi yaitu, motivasi untuk maju dan motivasi untuk bangkit. Begitu banyakkah hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?

Pemimpin yang jujur akan membuahkan rasa kepercayaan yang tinggi dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Jangan sampai kepercayaan itu hilang, karena sulit dikembalikan, bahkan kepercayaan bisa dikatakan mahal.

Dalam situasi yang sulit, kematangan dalam berpikir dan bertindak sangat diperlukan. Kadangkala harus “menengok ke bawah” agar dapat memberikan kesempatan untuk melihat sisi pahit orang lain sehingga bisa melihat sisi indah apa yang sudah dimiliki. Kemudian segera ikuti dengan tindakan agar dapat  melihat sisi indah orang lain dan dapat mengejar hingga setara bahkan melampauinya.

 

 

“Kita tidak bisa lari dari tanggung jawab esok hari

dengan mengabaikannya hari ini”

 

-Abraham Lincoln-

 

 


Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us