Bedah Buku : How to Enjoy Your Life and Your Job (Dale Carnegie)

Dewinta Ayu Labour 01-Apr-2016 17:05

Pengarang: Dale Carnegie

Publikasi: 2 Januari 1990

Penerbit: Pocket Books

Halaman: 230

 

Pernahkah kamu berhenti berpikir bahwa kebanyakan dari kita menghabiskan wktunya untuk bekerja – apapun pekerjaannya?

Sadarkah kita bahwa sikap kita yang selalu mengarah pada pekerjaan belum tentu menjamin kebahagiaan kita? Justru yang akan kita dapatkan adalah frustasi, penat, dan bosan.

Hidup itu sebenarnya sangat beragam tergantung bagaiman cara kita menciptakan keragaman itu. Jika pertama kita mencoba menerima diri kita, melihat kebaikan dari sebaik-baiknya ketidak baikan, dan sibuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Disitulah kita kehilangan waktu dan kekhawatiran.

Hal sederhana untuk menerima diri sendiri yang sering kita tidak sadari adalah menemukan diri kita dan tetap menjadi diri sendiri. “Remember, there is no one else on earth like you” Kamu adalah sesuatu yang baru di dunia ini. Tidak pernah ada sebelumnya orang yang persis sepertimu, dan tidak akan pernah ada lagi orang yang sama persis seperti kamu sepanjang masa. Sikap menerima diri sendiri akan membawa kita pada kedamaian. Ingatlah, jangan meniru orang lain. Temukan diri kita, dan jadi diri kita sendiri.

Dalam sukses bekerja ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. “Clear your desk of all papers except those relating to the immediate problem at hand” biasakan untuk tidak membiarkan meja kita penuh dengan tumpukan tugas yang belum terselesaikan. Pilah-pilah dan tentukan mana tugas yang harus segera diselesaikan, and finish it. Lakukan hal-hal dari yang paling penting atau yang paling mendesak. “When you face a problem, solve it then and there if you have the facts necessary to make a decision. Don’t keep putting off decisions.” Masalah perlu untuk segera diselesaikan karena akan datang masalah-masalah berikutnya. Dan sebelum kita mengatasi masalah, kita tidak boleh ada masalah sebelumnya. Tidak ada yang ditunda dan tidak ada yang ditinggalkan. Keputusan harus diambil untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan apa-apa. Dengan terselesaikannya masalah maka kita kan terhindar dari rasa cemas. Untuk menghindari rasa cemas kita juga perlu bersyukur “Think of all we have to be grateful for and thank God for all our boons and bounties.” Setiap hari kita hidup di dunia yang amat indah. Tapi kita terlalu buta untuk melihatnya dan terlalu merasa kenyang untuk menikmatinya. Hitunglah berkahmu bukan masalahmu. Jika kritik datang pada dirimu, “Remember that no one ever kicks a dead dog” kamu di kritik karena kamu mencapai sesuatu dan mendapatkan perhatian lebih. Ingat, kritik yang kejam adalah pujian yang tersembunyi. Jadi ketika kita di kritik secara tidak adil, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Sembilan puluh sembilan dari seratus orang tidak mengkritik dirinya sendiri tapi mengkritik orang lain. Ketika kita ingin mengkritik orang lain harusnya katakan terlebih dahulu kesalahan kita. Dan bahkan lebih baik ketika kita mencoba mengerti apa yang mereka lakukan dan bukan justru mengritik mereka.

Di sisi lain “We need to learn to organize, deputize, and supervise.” Dalam bekerja kita tentu memiliki peran masing-masing sesuai dengan jabatan kita. Memberikan tanggung jawab pekerjaan kepada orang lain tidaklah salah bila itu sesuai dengan kewajiban mereka. Jangan membiarkan diri kita menyelesaikan tugas yang bukan menjadi tanggung jawab kita, itu akan membuat kita penat dan letih. Kepenatan dan keletihan biasanya datang dari mental dan emosional. Untuk itu dalam bekerja kita juga perlu santai. Bersantailah di waktu senggang, bekerjalah dengan posisi yag nyaman, katakan pada diri sendiri apakah kita terlalu keras bekerja. Rasa bosan, lelah, penat sering kali datang karena kita melakukan pekerjaan yang kita tidak tertarik padanya. Maka dari itu kita harus belajar untuk “seolah-olah” tertarik pada pekerjaan itu maka lama-kelamaan kita akan benar-benar tertarik pada pekerjaan itu, dengan senang hati kita akan melakukannya.

Dalam dunia kerja dan hidup, bersikaplah tulus dalam memuji, maka kita akan dihargai dan perkataan kita tidak akan dilupakan. Untuk membuat orang lain tertarik padamu, jangan berpikir tentang apa yang kita mau tapi pikirkanlah apa yang mereka mau. Karena sukses adalah ketika kita dapat menarik perhatian orang lain. Tapi dalam hal menarik orang lain, kita harus melakukannya dengan tulus. Jadilah menarik bagi orang lain, bukan menjadikan orang lain tertarik pada diri kita. Buatlah orang lain merasa berharga, karena pada prinsipnya setiap manusia memohon untuk dihargai. Lakukan sesuatu yang mereka inginkan kamu melakukannya untuk mereka. Katakana pada seseorang tentang dirinya maka mereka akan mendengarkan dan buat orang lain berhaga secara tulus.

Menghindari musuh dalam kehidupan tidaklah mudah, karena pada dasarnya tidak ada seseorang yang suka diperintah. Maka jangan diperintah cukup dengan menanyakan hal sebagai penggantinya. Kita tidak bisa mengajarkan orang lain sesuatu hal, kita hanya bisa membantu mereka menemukan hal itu pada diri mereka. Berikan respek pada pendapat orang lain, jangan katakan mereka salah. Untuk berkerja sama dengan orang lain, katakan apa yang akan kita berikan jika kita dapatkan sesuatu dari mereka.

Dan poin terakhir dari kesuksesan adalah biarkan orang lain menjaga harga dirinya. Jika memang mereka salah, jangan perdebatkan itu di depan orang banyak. Dan katakan dengan kalimat yang tidak menyinggung perasaannya.


Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us