Bedah Buku : Great By Choice (Jim Collins dan Morten T. Hansen)

Fadlillah Kusuma Organization Development 01-Apr-2016 16:53

Dalam menghadapi kehidupan tentunya akan sering menghadapi situasi-situasi yang menyenangkan maupun tidak. Bisa berupa situasi ketidakpastian, kekacauan dan juga keberuntungan. Begitu pula yang diadapi oleh suatu perusahaan-perusahaan yang selalu menghadapi berbagai keadaan dan tantangan dalam perjalanannya menjalankan perusahaan. Dalam buku “Great By Choice” ini membahas bagaimana suatu perusahaan atau seorang individu maupun kelompok bisa menghadapi tantangan di saat-saat sulit dan bisa Berjaya disaat-saat tersebut, sedangkan yang lain tidak. Untuk kondisi pihak-pihak yang dapat Berjaya tersebut disebut sebagai “10Xer” (dibaca “ten-EX-er), sedangkan untuk pihak-pihak yang gagal atau tidak dapat berjaya dalam situasi sulit disebut sebagai pihak pembanding.

Seperti halnya suatu perusahaan ketika terjadi ketidakpastian dan kekacauan dilingkungan mereka, suatu 10Xer sebaliknya bisa menunjukkan keberhasilan mereka sedangkan pembandingnya telah mengalami kegagalan. Contohnya adalah perusahaan penerbangan Southwest dimana perusahaan ini merupakan perusahaan yang memiliki kekonsistenan dalam mempertahankan kualitas baik dan keuntungan perusahaan selama beberapa periode hingga menciptakan rekor sebagai perusahaan yang memiliki kekuatan luar biasa. Contoh lainnya adalah kasus perjalanan Amundsen dan Scott ke kutub selatan, dimana hanya Amundsen yang akhirnya dapat mencapai keberhasilan dengan dapat menaklukan segala keadaan cuaca dibandingkan dengan Scott. Sehingga hal ini menjadi perhatian mengapa 10Xer lebih unggul dan lebih berjaya dibandingkan dengan pembandingnya, padahal mereka sama-sama menghadapi keadaan dan situasi yang sama.

Dari segi beberapa hal dapat dijelaskan bahwa perilaku lah yang dapat membedakan 10Xer dari pembanding-pembandingnya. Dimana 10Xer memiliki beberapa keistimewaan dalam perilaku mereka. Namun beberapa faktor-faktor seperti kreativitas, visioner, kharismatik, ambisius, keberuntungan, keberanian mengambil resiko, heroik maupun sikap kecenderungan membuat langkah besar dan berani,dimana faktor-faktor tersebut bisa saja dimiliki oleh pihak pembanding yang mungkin lebih unggul dari 10Xer sendiri.

Di sisi lain, 10Xer ternyata memiliki beberapa prinsip kepemimpinan yang luar biasa antara lain disiplin fanatik, paranoia produktif, kreatifitas empiris, dan ambisi level 5 yang kesemuanya merupakan jiwa dari 10Xer.

Dalam perjalanannya, 10Xer seringkali harus mengalami terlebih dahulu kesukaran bahkan harus menghadapi cercaan bahkan sindiran terlebih dahulu, dikarenakan sikap dan keputusan-keputusan mereka yang terkesan aneh bahkan melampaui batas. Namun hal inilah yang menjadikan 10Xer berbeda dengan pembanding-pembandingnya, yang pada akhirnya 10Xer lah yang dapat merebut kesempatan untuk meraih kemenangan. Hal ini karena 10Xer memiliki cara yang berbeda dan unik dalam membangun suatu kemenangan dibandingkan pembanding-pembandingnya.

Dalam menerapkan prinsip-prinsipnya, 10Xer memiliki beberapa amunisi untuk mendapatkan hasil terbaik dari prinsip-prinsip yang dianutnya. Prinsip pertama, dalam hal kreativitas dan disiplin, 10Xer memiliki pedoman untuk menembakkan peluru kemudian bola meriam yang berarti dalam mencapai suatu sasaran sebaiknya kita menggunakan peluru-peluru yang kita punya terlebih dahulu untuk menaklukan sasaran, ketika sasaran tersebut telah tertembak atau bahkan belum tertembak oleh peluru kita baru kita menembak sasaran dengan bola meriam yang kapasitasnya lebih besar, hal ini sangat memperbesar peluang untuk 10Xer mencapai tujuannya seperti yang terjadi oleh Amgen yang menggunakan teknologi DNA rekomendasi. Selain itu untuk prinsip yang lain seperti paranoid dan konsistensi kreatif dapat ditemui dalam konsep SMaC (Specific, Methodical and Consistent) dimana kreativitas berdasarakan empiris yang ditujukan secara internal, sedangkan paranoaia produktif secara eksternal dengan cara menembakkan peluru dan menguji taktik baru. Prinsip selanjutnya adalah keberuntungan dimana faktor keberuntungan bukanlah faktor penentu 10Xer, pembanding bisa saja mendapatkan keberuntungan lebih besar darpada 10Xer, dalam menanggapi faktor keberuntungan 10Xer menyikapinya dengan melihat imbal hasil dari keberuntungan tersebut. Prinsip selanjutnya adalah level 5, dimana level 5 ini memiliki tipe yang sangat ambisius, namun ambisius mereka hanya untuk perusahaan,bukan untuk diri mereka sendiri. Dimana prinsip-prinsip diatas akan menjadi suatu kekuatan motivasi dari 10Xer.

Dalam perjalanannya, seringkali 10Xer menemukan penemuan-penemuan tak terduga yang tentunya kadang akan berkorelasi terbalik dengan tujuan yang mereka harapkan. Selain itu 10Xer juga sering mengalami keadaan dimana mereka harus memutuskan apakah akan mengambil suatu keputusan yang terkalibrasi ataukah tidak terkalibrasi. Jika 10Xer mengambil tindakan atau keputusan yang terkalibrasi akan menyebabkan taruhan besar kemungkinan akan berujung pada keberhasilan. Begitu sebaliknya untuk tindakan atau keputusan yang tidak terkalibrasi akan menyebabkan suatu bencana. Hal-hal seperti inilah yang akan dihadapi oleh 10Xer, namun dalam perjalanannya, meskipun banyak tantangan dan hambatan 10Xer akan menunjukkan hasil terbaik dari hasil usaha dan sikap serta perilaku mereka dalam pengambilan keputusan dan juga tindakan.

 


Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us