[PRESS RELEASE] Siaran 106.8 RRI Pro 2 FM

Samuel Hasudungan Human Resources 25-Nov-2018 09:38

CENTRE OF MANAGEMENT & HUMAN RESOURCE CLINIC ON AIR WITH 106.8 RRI PRO 2 FM

 

Ahmad Fauzan: Outstanding Oral Presentation Awardee at Asia Pacific Agriculture Student Summit, Taiwan

Zakiyah Salsabila Syafhil: Econimic and Management Faculty’s Most Outstanding Student

Andita Ramadhanti: Bogor Agricultural University’s Most Outstanding Student of Art

 

Centre of Management bekerja sama dengan Human Resource Clinic melakukan kegiatan siaran radio di 106.8 RRI Pro 2 FM, serta turut menghadirkan beberapa mahasiswa inspiratif dan prestatif dari Departemen Manajemen FEM IPB. Siaran berlangsung pada hari Kamis, 22 November 2018 di Gedung RRI Bogor, Jawa Barat. Siaran tersebut dihadiri oleh tiga narasumber yaitu Zakiyah Salsabila selaku Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Ahmad Fauzan selaku perwakilan peraih penghargaan Outstanding Oral Presentation pada Asia Pacific Agriculture Student Summit di Taiwan, serta Andita selaku Mahasiswa Berprestasi Bidang Seni IPB.

Siaran yang berlangsung dari pukul 16.30 sampai 17.30 tersebut mengangkat topik yaitu More than just Millenial Students: Dream, Achievement & Support System. Topik tersebut dijabarkan dalam beberapa pertanyaan oleh penyiar terkait latar belakang, step by step dalam meraih prestasi, tantangan, dan lain-lain. Ketiga narasumber pun merepresentasikan sosok millenial yang dapat menjadi role model bagi orang lain, terutama mahasiswa.

Rangkaian siaran dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh seorang penyiar, yaitu Faragea. Selanjutnya, penyiar mempersilahkan ketiga narasumber untuk memperkenalkan diri serta menjelaskan latar belakang prestasi yang baru saja mereka capai.

Zakiyah selaku Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB menjelaskan bahwa seleksi mahasiswa berprestasi merupakan program dari Kemristekdikti, yang terdiri atas seleksi tingkat departemen/jurusan, fakultas, universitas, serta Indonesia. “Proses seleksi mempertimbangkan IPK, prestasi akademik dan nonakademik, bahasa Inggris dan yang terpenting adalah karya tulis ilmiah”, tutur Zakiyah.

Sementara itu, Andita selaku Mahasiswa Berprestasi Bidang Seni IPB mengemukakan bahwa penghargaan tersebut diraih pada acara Pekan Apresiasi IPB yang diadakan oleh universitasnya. Acara tersebut menyiapkan berbagai nominasi penghargaan, yang salah satunya adalah dalam bidang seni. Dalam proses seleksinya, Andita menjelaskan bahwa pihak IPB mengumpulkan data dari seluruh fakultas yang ada terkait dengan prestasi-prestasi yang dimilik oleh para mahasiswanya dalam bidang yang berbeda-beda. Singkat cerita, Andita meraih penghargaan tersebut atas dasar latar belakangnya dalam berprestasi di bidang graphic design dan videography.

Kesempatan yang sama juga diberikan kepada Fauzan untuk menjelaskan latar belakang prestasinya. Ia menjelaskan bahwa acara Asia Pacific Agriculture Student Summit di Taiwan merupakan suatu lomba karya tulis ilmiah yang terdiri dari beberapa kategori. Fauzan dan kedua rekannya meraih penghargaan Outstanding Oral Presentation pada kategori Humanity and Management. “Tahapan pertama membuat karya tulis, meng-apply KTI ke website-nya, selanjutnya menunggu panggilan”, tutur Fauzan saat memaparkan tahapan awal dalam perlombaan yang ia ikuti.

Selanjutnya, penyiar menanyakan lebih detail terkait bagaimana cara ketiga narasumber dalam meraih prestasinya masing-masing. Fauzan mengemukakan bahwa ia dan teman-temannya membuat karya tulis ilmiah terkait suatu platform online yang akan menghubungkan petani hidroponik dengan para pembelinya. Andita sebagai seseorang yang sejak dulu menyukai graphic design dan videography, telah meraih beberapa prestasi seperti menang dalam lomba desain poster tentang bagaimana mengembangkan UMKM di Indonesia, dan lain-lain. Zakiyah selaku Mahasiswa Berprestasi tingkat fakultas memaparkan bahwa ia telah memenuhi persyaratan lima aspek yang dinilai, yaitu IPK, CV yang berisi prestasi-prestasi, video bahasa Inggris, submit skor TOEFL, serta membuat KTI. Tema KTI yang dibahas oleh Zakiyah adalah terkait bagaimana cara mengoptimalkan siswa yang menunda kuliah selama satu tahun (gap year), supaya dapat memanfaatkan waktu satu tahunnya. Tema tersebut berawal dari pengalaman pribadinya yang juga mengalami gap year, serta pemikiran bahwa banyak orang-orang yang mengalami gap year merasa kurang percaya diri dan menutup diri.

Pada kesempatan selanjutnya, penyiar menanyakan terkait tantangan yang dihadapi selama proses sebelum meraih prestasi masing-masing. Zakiyah menyatakan bahwa proses pembuatan KTI selama satu bulan cukup menjadi tantangan yang berat, karena harus melakukan brainstorming ide serta bimbingan dengan dosen bimbingan berkali-kali. Ia juga menyatakan bahwa ia memiliki kesulitan karena sebelumnya belum pernah membuat KTI. “Aku sulit mengilmiahkan ideku”, jelasnya. Namun, ia merasa beruntung karena memiliki dosen pembimbing yang sangat mendukungnya. Selanjutnya, Fauzan juga menyatakan kesulitan yang sama dengan Zakiyah, yaitu sulit untuk mengilmiahkan idenya dalam pembuatan KTI kurang lebih selama satu bulan. Selain itu, ia dan teman-temannya juga harus menghadapi tantangan untuk menerjemahkan KTI-nya dalam bahasa Inggris yang ilmiah. Tantangan lain yang ia rasakan adalah berupa rasa semangat yang terkadang muncul dan terkadang tidak, yang ia sebut sebagai dinamika mahasiswa. Setelah itu, Andita menyatakan bahwa tantangan yang ia miliki selama berprestasi di bidang graphic design dan videography adalah dalam memperoleh ilmu terkait bidang-bidang tersebut. Ia mengakui bahwa sebagai mahasiswa Manajemen yang tidak mempelajari ilmu dalam bidang-bidang tersebut, membuat ia harus mempelajarinya secara otodidak, serta melakukan sharing dengan kakak tingkat dan adik tingkat.

Siaran diakhiri dengan pernyataan ketiga narasumber mengenai nilai-nilai yang selalu mereka pegang dalam menghadapi berbagai masalah yang mereka hadapi. Fauzan menyatakan bahwa hal yang paling penting adalah doa orang tua. Apapun yang kita lakukan dan apapun yang kita hadapi, ridho dan doa orang tualah yang bisa menuntun kita ke jalan yang baik. Fauzan juga mengatakan bahwa masa-masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mencari passion kita. Temukan apa yang kita suka dan dapat memberikan banyak manfaat untuk kita. Selain Fauzan, Zakiyah juga memiliki nilai-nilai yang selalu menjadi pedomannya dalam menjalani hidup, yaitu ekstra kuat, ekstra syukur, dan ekstra sabar. Rintangan apapun yang sedang kita hadapi, kita harus menghadapinya dengan kuat, tidak boleh mengeluh, dan terus hadapi hingga target kita tercapai. Andita juga memiliki sebuah nilai yang selalu dipegang teguh dalam mencapai targetnya, yaitu fokuslah dalam melakukan suatu hal. Selain fokus kita juga harus kerja keras. Andita mengatakan bahwa bekerja keraslah, until you don’ have to introduce yourself.

 

 

 

 


Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us