Pentingkah Pendidikan Tinggi ?

Fachreza Hadi Human Resources 25-Nov-2018 08:01

Narasumber : Rida Azkar (Peraih Beasiswa Studi Master dan Doktor di Australia)

 

Kita semua tentunya setuju bahwa pendidikan merupakan aspek yang sangat penting yang harus dimiliki seorang individu. Tidak hanya sebagai syarat mendapatkan pekerjaan. Lebih dalam, pendidikan merupakan modal dan senjata utama dalam membangun bangsa. Di era yang serba maju kini, tuntutan kehidupan semakin tinggi dan permasalahan kian kompleks. Pendidikan adalah satu-satunya solusi akan hal tersebut.

 

Menurut Direktur Utama LPDP, Eko Prasetyo, dari 1 juta penduduk di Indonesia hanya 143 orang yang memiliki gelar doktor. Secara keseluruhan, jumlah doktor di Indonesia sekitar 31.000 orang menurut data Kemristek Dikti. Angka tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan negara lain, contohnya adalah Malaysia yang memiliki 509 doktor dari setiap 1 juta penduduknya.

 

Seorang Alumni Departemen Manajemen, FEM, IPB angkatan 45 saat ini sedang menempuh gelar doktor di Universitas Adelaide, Australia. HR Clinic berhasil mewawancarai beliau ditengah kesibukannya melanjutkan studi. Banyak cerita dan tips yang telah beliau bagikan mengenai karirnya hingga menempuh gelar doktor, berikut ini hasil wawancaranya.

 

 

  1. Setelah menempuh pendidikan sarjana di IPB, kakak mendapatkan  gelar master dan saat ini kakak sedang menempuh gelar doktor di universitas yang sama yaitu Universitas Adelaide, fokus ilmu apakah yang kakak pelajari disana saat menempuh gelar master dan juga doktor saat ini ? dan juga mengapa kakak memilih jurusan tersebut ?

 

Pada saat master mengambil jurusan Master of Global Food and Agricultural Business. Fokus studinya mencakup tentang kebijakan di bidang pertanian, value chain dan juga pemasaran.

 

Saat ini sedang menempuh studi PhD di bidang agricultural economics. Topik penelitian sy tentang adopsi teknologi  di tingkat peternak sapi perah rakyat di Jawa Barat Indonesia. Penelitian saya bertujuan untuk memahami drivers dan barriers yang dihadapi oleh peternak sapi perah rakyat untuk mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan kualitas produk (susu) yang dihasilkan.

 

Alasan mengambil jurusan tersebut karena tertarik dengan isu2 ekonomi pertanian global dengan harapan ilmu yang didapatkan dapat diaplikasikan dan ikut berkontribusi untuk pembangunan sektor pertanian di Indonesia yang terkenal dengan potensi pertaniannya yang sangat besar.

 

  1. Bagaimana cara kakak untuk mendapatkan beasiswa doktor tersebut? Serta apa pertimbangan kakak memilih universitas adelaide sebagai tujuan studi kakak ?

 

Beasiswa Doktor saat ini sebenarnya bermula dari kesempatan yang saya dapatkan untuk menempuh studi Master. Pada saat menempuh master, sy mendapatkan beasiswa dari Australia Awards Scholarship (AAS). Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan studi master sy tepat waktu (2tahun) dengan nilai yang memuaskan. Modal ini lah yang memberanikan sy untuk melanjutkan studi PhD saya di University of Adelaide dan mendapatkan beasiswa dari pemerintah local Australia Selatan: South Australian Indonesian Global Food Scholarship.

 

Pertimbangan memilih University of Adelaide karena pilihan mata kuliah yang ditawarkan  dan research focus sesuai dengan bidang yang sy minati. Selain pertimbangan tersebut, kota Adelaide menjadi tujuan sy karena kotanya yang sangat nyaman. Adelaide bahkan dinobatkan sebagai “one of the most liveable cities” in the work. Indeed, it is liveable!

 

  1. Bagaimana strategi memilih kampus yang tepat, serta strategi belajarnya?

 

Strategi memilih kampus: pilih kampus yang menawarkan mata kuliah sesuai yang diminati. Alasan ini klasik, tapi sangat penting. Jika tidak, menjalaninya tentu saja akan terasa berat karena menjalani hal yang tidak/kurang diminati.

 

Strategi belajar: manfaatkan fasilitas kampus seperti akses ke perpustakaan, international journal articles dan yang paling penting manfaatkan consultation session yang disediakan oleh setiap dosen mata kuliah. Consultation session inilah waktu kita menanyakan hal – hal yang belum dimengerti ketika di kelas, bisa juga menanyakan tentang assignment yang diberikan. They are really open – dan sangat senang kalau kita pro aktif.

 

Selain belajar, jangan sampai lupa juga untuk aktif di kegiatan extra curricular yang ada dkampus, misalya ikut PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia Australia) atau kegiatan lainnya. Tapi, harus pintar membagi waktu. Kuliah tetap harus diutamakan.

 

Pada saat sy studi master, sy mengikuti program “Experience Adelaide” yaitu program yang menghubungkan international students dengan warga lokal sehingga kita bisa lebih mengenal budaya mereka, dan juga menjadi kesempatan kita untuk memperkenal budaya kita ke mereka

 

 

sedikit cerita ttg salah satu kegiatan saya dulu dengan komunitas lokal

https://goliveindonesia.com/2016/05/15/rida-akzar-on-sharing-with-adelaide-local-community/)

 

 

  1. Seberapa penting studi lanjut dan linearitas keilmuan menurut persepsi kakak?

 

Studi lanjut tentu sangat penting untuk mendalami keilmuan yang menjadi minat kita. Selain itu, persaingan kerja saat ini semakin berat dengan banyaknyal lulusan s1. So, studi lanjut juga tentu membuat kita berbeda dengan pesaing yang lain. Terkait, linearitas keilmuan – keilmuan yang masih satu rumpun. Menurut saya, mendalami ilmu dalam satu rumpun (misalnya Ilmu Manajemen) menunjukkan kepakaran kita pada bidang tersebut, namun memadukan keilmuan (misalnya Ilmu Manajemen dan Agribisnis) juga baik karena ilmu tersebut saling mendukung. Namun, untuk sekolah lanjut dan pilihan linearitas keilmuan (linear atau tidak) tergantung dengan tujuan kita pasca lulus.

 

 

  1. Kalau kita studi lanjut di universitas yang sama ketika s1, s2 maupun s3 misalnya, apakah menurut kakak itu baik ? Atau perlu untuk tidak academic inbreeding? 

 

Menurut saya, kalau ada kesempatan untuk melanjutkan studi di kampus yang berbeda akan lebih baik, karena hal ini akan sangat baik untuk memperluas networking kita. Kalau saya pribadi lebih prefer sekolah lanjut diluar Indonesia karena tentu akan belajar hal yang baru (Bahasa, budaya akademik) dan yang paling penting memperluas jaringan internasional. Jaringan internasional saat ini menjadi sangat penting sebagai modal kita untuk membangun kolaborasi atau kerjasama internasional.

 

Terkait academic inbreeding  - menurut saya, kalau ingin kembali mengabdi ke kampus tempat kita kuliah S1, bukan berarti kita harus lanjut sekolah terus dikampus tersebut agar dapat mengabdi kembali di kampus tersebut. Kita bisa menempuh pendidikan tinggi di kampus yang berbeda, namun tetap menjaga koneksi dengan kampus awal kita misalnya dengan kolaborasi publikasi dan penelitian. Dengan menempuh pendidikan diluar kampus asal menurut saya lebih baik, karena pada akhirnya dapat membuka dan memperluas jaringan untuk membina hubungan kerjasama dengan berbagai pihak yang dapat diinisiasi oleh lulusan dengan background kampus yang berbeda.

 

 

  1. Kakak merupakan lulusan manajemen IPB, apakah kakak bisa menceritakan awal mula kakak memilih jurusan manajemen IPB ? dan bagaimana kesan kakak sebagai alumni mengenai pengalaman  selama kuliah di manajemen IPB?

 

Awal memilih jurusan manajemen IPB saat itu karena ketertarikan untuk mendalami bidang manajerial perusahaan dan entrepreneurship. Kuliah di manajemen IPB tentu sangat menyenangkan dengan berbagai dinamikanya dan dukungan dari dosen-dosen yang ahli di bidangnya masing-masing. Alumni manajemen ipb tersebar dan berkarya di  berbagai daerah dengan profesi yang bermacam-macam juga. Tentu, hal ini menjadi sebuah prestasi dari Manajemen IPB yang telah menghasilkan lulusan yang berkualitas.

 

 

  1. Apa saja kendala dan strategi memgatasinya  saat menempuh pendidikan sarjana di manajemen IPB ? Maupun studi lanjut?

 

Kendala saat menempuh studi s1 di manajemen ipb membagi waktu antara belajar sebagai kegiatan utama sebagai mahasiswa dan juga kegiatan organisasi. Pada saat itu, sy sempat aktif di BEM FEM dan juga di Himpro manajemen.

 

  1. Banyak mahasiswa yang bingung, antara memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja. Menurut pendapat kakak, manakah yang lebih baik? 

 

Semua pilihan tersebut bagus. Dan tidak ada yang salah dengan memilih untuk sekolah lanjut atau pun ingin langsung bekerja setelah lulus. Pilihan tersebut tergantung dari pribadi dan passion kita masing-masing, apa tujuan kita dan apa minat kita. Kalau ingin lanjut sekolah tinggi, banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri. Kalau passionnya kerja pun tidak ada salahnya untuk lanjut sekolah, banyak pilihan jurusan yang menunjang karir. Selain itu persaingan di dunia kerja saat ini semakin tinggi, so gaining higher education will be a plus.

 

  1. Menurut kakak, seberapa penting pendidikan jenjang lebih tinggi? karena, banyak orang berpendapat bahwa pengalaman kerja itu lebih penting.

 

Pendidikan tinggi dan pengalaman kerja sama2 penting. Jawabannya sm dengan pertanyaan diatas, kembali lagi dengan tujuan/passion kita masing-masing.

 

  1. Apabila seorang menghadapi pilihan untuk berkuliah diluar negeri, ada beberapa kendala yang langsung muncul, antara lain kendala budaya (culture shock) dan juga bahasa. Menurut kakak apa kendala kakak saat menempuh pendidikan di luar negeri? serta bagaimana kakak menghadapi kendala tersebut ?

 

Kendala saya yang paling utama dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah karena mayoritas tugasnya menulis paper. Sebelum menulis paper, tentu kita harus banyak membaca journal articles untuk mendapatkan pemahaman dan membangun critical argument kita dalam paper. Sedangkan, saya belum terbiasa untuk membaca artikel penelitian sehingga membutuhkan waktu untuk memahami. Selain membaca, menulis paper dalam bahasa inggris itu tidak mudah. Ditambah lagi kendala Bahasa. Namun, dari semua kendala tersebut, bisa diatasi dengan supporting system yang disediakan oleh kampus, misalnya writing centre yang membantu melakukan proof read tulisan-tulisan kita untuk meminimilasir kesalahan kita. Selain itu juga, consultation session dengan dosen mata kuliah harus dimanfaatkan.

 

  1. Apakah rencana kakak kedepan setelah mendapatkan gelar doktor?

 

Setelah selesai PhD, ingin menjadi akademisi dan peneliti di bidang ekonomi pertanian.

 

 

  1. Menurut kakak, apakah hal yang harus dipersiapkan sejak masa perkuliahan sebagai modal untuk menghadapi dunia pasca kampus?

 

Menurut sy yang paling penting adalah menentukan tujuan kita dulu. Misalnya, ingin menjadi entrepreneur, kerja di swasta, bank, akademisi atau tujuan lainnya. Setelah menentukan tujuan kita, hal ini akan memudahkan kita untuk fokus dalam mempersiapkannya sebelum lulus.

 

  1. Apa tips dari kakak agar mahasiswa dan pembaca dapat terinspirasi dengan pencapaian kakak?

 

 

  • Set your goal : tentukan tujuan dan persiapkan dengan matang
  • Build soft skill: Soft skill saat ini menjadi sangat penting. Perkaya pengalaman sehingga softskill semakin terlatih misalnya dengan aktif di organisasi kampus, himpro dll.
  • Build your connection/networking: Membangun koneksi dengan teman2 di dalam kampus, lintas jurusan, lintas kampus karena kolaborasi lintas keilmuan juga saat ini penting untuk berkolaborasi dalam berbagai hal misalnya bisnis, penelitian dll.

Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us