Pekerja Generasi Millenial Lebih Dari Sekedar “Award”

admin Labour 20-May-2017 01:58

 

 

Generasi Millenials /generasi saat ini merupakan generasi yang bisa dikatakan sebagai generasi yang jumlah populasinya semakin meningkat di bidang tenaga kerja.
Data menunjukkan bahwa 53,5juta pekerja yang merupakan generasi Millenials meingkat cukup signifikan. Meningkatnya jumlah tenaga kerja Millenials tentunya berpengaruh terhadap persepsi baru akan dunia kerja itu seharusnya dan bagaimana hubungan antar karyawan secara struktural. Ada beberapa hal yang yang harus diketahui mengenai generasi ini, terkait dengan pembentukkan lingkungan kerja yang nyaman bagi Millenial.
Generasi Millenial merupakan sosok yang sangat ingin berkembang. Generasi ini berbeda dengan generasi X ataupun baby boomers, terutama berkenaan dengan masa jabatan. Masa jabatan generasi X rata-rata sekitar 5 tahun, sedangkan masa jabatan baby boomers rata-rata mencapai 7 tahun. Berbeda dengan keduanya, generasi Millenial hanya memiliki rata-rata masa jabatan sebesar 2 tahun, dan hal tersebut bahkan terlihat sulit bagi mereka untuk bertahan. Mengapa demikian?

 

Para Millenial memiliki pemikiran bahwa mereka tidak akan bertahan pada suat perusahaan atau lingkungan kerja, jika lingkungan tersebut tidak mendukung perkembangan dirinya secara personal. Mereka akan cenderung memiliki untuk mengganti pekerjaannya. Mereka akan mencari berbagai kesempatan yang mampu membawa mereka ke level yang lebih atas dari pekerjaannya. Terlebih, generasi ini tumbuh di zaman global yang sangat didukung oleh berbagai sumber teknologi dan informasi. Hal tersebut tentunya sangat membantu mereka untuk mendapatkan berbagai informasi untuk mengatasai berbagai permasalahan yang dihadapinya dengan pemikiran yang kritis, termasuk permasalahan pekerjaan.
Kecerdasan dan ketanggapannya terhadap dunia luar melalui teknologi dan informasi yang tersedia, membuat mereka hanya perlu untuk memiliki atasan yang berperan sebagai seorang pelatih, bukan bos. Dalam mencapai tujuannya untuk berkembang, maka generasi ini membutuhkan lebih dari sekedar dipimpin dan diperintah. Mereka akan berani untuk mengambil resiko, bahkan jika mereka harus kehilangan pekerjaanya, hanya karena perilaku atasannya yang cenderung seperti bos bukan pelatih. Itulah mengapa, mereka dikenal sebagai generasi yang tidak loyal terhadap pekerjaannya. (mei)


Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us