Generation Y: Creativity In Laziness

admin Organization Development 20-May-2017 01:46

 

 

Manusia generasi Y, siapa itu? Manusia generasi Y adalah manusia yang lahir antara tahun 1980 – 1990-an. William J. Schroer mendeskripsikannya sebagai sebuah kelompok masif dari primida tertentu sebagai lost generation. Mereka cenderung skeptis pada lingkungan kerjaya karena sifat mereka yang self-centered. Manusia generasi Y yang ada sekarang mungkin saja memiliki latar belakang kehidupan yang bisa saja berbeda 180 dejarat dengan anda yang lahir sebelum tahun 1980. Lalu seperti apakah karakter manusia generasi Y ini dan bagaimana cara memaksimalkan potensinya?

Kenapa generasi Y dikatakan sebagai generasi pemalas?  manja dan suka dengan kenyamanan adalah jawabannya. Beberapa latar belakang pada umumnya generasi Y hidup dengan pola pengasuhan yang intens dan nyaman. Dengan begitu perhatian yang lebih membuat mereka manja dan suka dengan kenyamanan. Mereka tidak suka bayak aturan dan tantangan yang terlalu berat. Apalagi kehidupan mereka kini didukung dengan beragam layanan komunikasi dan teknologi. Hal ini membuat kehidupa mereka menjadi serba instan dan segala pekerjaan menjadi semakin mudah.  Namun di sisi lain mereka adalah generasi yang berpikir kritis. Sebuah kepemimpinan adalah hal yang krusial bagi seorang manusia generasi Y. mereka sering kali melancarkan kritik dan protes bila ada kebijakan yang menurutnya tidak sehat. Sasarannya tentu adalah pemimpin dan jajaran manajemen dalam sebuah perusahaan.

Mereka juga penuh kreatifitas, hal ini dapat menghaslkan keuntungan bagi perusahaan apabila dimaksimalkan. Mereka bisa menciptakan hal-hal yang tak terduga yang tak terpikirkan sebelumnya. Dengan kreatifitas ini, mereka dapat membuktikan bagaimana sebuah bisnis dan perusahaan dapat berkembang pesat.
Selain itu, apabila dikaitkan dengan pengembangan kota, maka generasi Y bisa dikatakan sebagai Sumber Daya Kreatif (Creative Capital) dan lingkungannya sebagai kota yang Humanis. Konteks humanis disini merangkul kebutuhan yang lebih luas yaitu perihal yang sifatnya kreatif, pintar, ataupun tumbuh cerdas. Namun kembali lagi pada sifat pemalasnya, untuk megakomodasikan generasi Y yang tentu tetap memiliki perbedaan.

Maka, setiap ruang publik diharapkan memiliki variasi yang semakin banyak dan nyaman. Untuk itu ruang publik tersebut akan terisi oleh generasi-generasi yang kreatif yaitu generasi Y. Kreatifitas yang dimiliki oleh generasi Y tidak lepas dari sifat pemalasnya. Agar kota-kota bisa menarik banyak generasi Y untuk bekerja dan tinggal, maka tindakan untuk menciptakan ruang yang mendukung sinergitas akan kebutuhan masa depan adalah keputusan yang tepat. Karena selain lingkungan pekerjaan yag menentukan kenyamanan bagi generasi Y, lingkungan tempat tinggal juga menentukan suasana penilaian yang melekat dalam pola kerja generasi Y. Generasi Y akan memilih tempat tinggal yang dapat menjamin investasi lain selain pekerjaan itu sendiri. 


Leave a Comment:


 Archive


   Magazine


   Contact Us