Dari Hobi Jadi Prestasi

admin Organization Development 22-May-2017 15:34

Ario Ananda Alifianto
Mahasiswa Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Angkatan 50

Hobi merupakan sebuah kegiatan yang disenangi seseorang untuk mengisi waktu yang dimiliki. Karena pada dasarnya hobi selalu disenangi, maka hobi dapat menjadi sebuah kegiatan yang menghibur pada saat waktu luang atau pada saat seseorang merasa jenuh atau bosan. Dengan demikian, biasanya seseorang akan melakukan apapun untuk dapat melakukan hobi masing-masing. Bahkan tidak jarang orang-orang rela mengeluarkan banyak biaya untuk dapat melakukan hobi tersebut.Selain hobi digunakan untuk mengisi waktu luang, tidak jarang hobi yang sering dilakukan dan ditekuni dengan baik mengantarkan seseorang menuju pengembangan diri pribadi dan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Seperti yang dilakukan oleh Ario Ananda Alifianto, seorang mahasiswa departemen Manajemen, Institut Pertanian Bogor angkatan 50 memiliki prestasi yang membanggakan dari hobi yang dilakukannya. Ario memiliki hobi bermain scrabble sejak duduk di tingkat SMA. Menurut Ario, dirinya senang bermain scrabble karena scrabble dapat membantu dalam pengembangan skill pribadinya. Yaitu scrabble dapat membantu menguji otak kiri dan kanan, menambah vocabulary, mengasah skill matematis dan psikologis, dan juga kemampuan anagram yaitu menyusun kata atau kalimat dari kata atau kalimat yang lain, misalnya seperti kalimat Tom Marvollo Ridle yang disusun kembali menjadi kalimat I am Lord Voldemort. Dari hobi bermain Scrabble tersebut, Ario telah meraih prestasi yang prestisius. 

. Ario mengkuti sebanyak sepuluh turnamen scrabble nasional dan empat kompetisi internasional dengan pencapaian tertinggi berhasil menjuarai Asian English Olympics 2016 dan mendapatkan posisi Top 10 di Mind Sports International World Scabble Championship 2016 di Lille, Paris. Prestasi tersebut didapatkan Ario karena termotivasi oleh impiannya sejak SMA untuk dapat mewakili Indonesia di kompetisi scrabble tingkat dunia, serta dedikasi dan konsistensi yang dilakukan Ario untuk meraih mimpinya. Dedikasi dan konsistensinya terbukti dengan usahanya mengikuti ajang Godrej Indonesia Loud (Live Out your Dream) sehingga dapat mengikuti kompetisi MSI World Scrabble Championship 2016.
Bagi Ario, yang merupakan bagian dari genereasi millennial, memiliki prestasi dari hobi yang dimilikinya pasti akan sangat membanggakan. Bagian karakteristik generasi millennial yang pada dasarnya merupakan attention seeker dapat menjadi hal yang positif dengan menunjukkan eksistensi diri Ario dari berbagai prestasi scrabble yang Ario dapatkan. Dengan menunjukkan pencapaiannya yang secara mudah generasi millennial bagikan kepada lingkungannya, Ario juga dapat memotivasi banyak orang untuk mendapatkan berbagai prestasi dari hobi adalah sesuatu yang mungkin dilakukan asalkan dilakukan dengan bersungguh-sungguh. (LTK/SK)



Read Post | Comment

Bagaimana Mengurangi Penggunaan Handphone Saat Bekerja pada Karyawan Generasi Y?

admin Labour 22-May-2017 15:31

Produktivitas kinerja suatu perusahaan dapat dikatakan bergantung dari sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Karena karyawan merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan. Saat ini sumber daya manusia sedang didominasi oleh generasi millenial atau sering disebut “Generasi Y”. Tanpa dipungkiri, dalam jam kerja generasi millenial sering mengakses gadget untuk sekedar melihat kabar di media sosialnya. Setelah itu kecanduan, di waktu kerjanya selalu membuka gadget. Seperti hasil survei yang telah dilakukan oleh JobStreet.com kepada 14.000 koresponden pad awal bulan Mei 2015 lalu. Hasinya mengejutkan, dari 14.000 koresponden terdapat 81% karyawan yang mengakses media sosial saat bekerja. Ini menunjukkan bahwa generasi Y lebih suka mendapat informasi dari ponselnya, dengan mencarinya ke Google atau perbincangan pada forum-forum, yang diikuti generasi ini untuk selalu up-to-date dengan keadaan sekitar.Dengan diketahui seperti ini, untuk mendapatkan produktivitas kinerja yang tinggi perusahaan harus mempunyai cara-cara agar karyawannya memberikan hasil kinerja yang memuaskan, dan dapat menunjukkan bahwa handphone tidak mempengaruhi penurunan produktivitas perusahaan. Karena saat ini perusahaan sedang besaing dalam perkembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dari hasil penelusuran kami, bahwa NET.TV mempunyai strategi bagaimana mengatasi karyawan dengan gadget-nya. Karena ternyata 70% karyawan di NET.TV merupakan generasi millenial.
Berikut adalah strategi yang diterapkan oleh NET.TV :

1. Suasana kerja yang nyaman
Generasi Y sudah terbiasa dengan fasilitas yang nyaman dan mewah. Sama dengan ruang kerja, diharapkan untuk mendukung kinerja sehingga lebih mudah dan efektif. Ruang kerja NET.TV menyerupai café, sebisa mungkin karyawan tidak kaku dalam bekerja.
2. Keterlibatan CEO sebagai Sosok Inspiratif
Dengan terlibatnya CEO dalam setiap pertemuan formal maupun informal, membuat karyawan merasa dekat dan akrab. Hal ini akan berdampak pada produktivitas kinerja karyawan dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan yang semakin tinggi.
3. Update berkala
Karyawan generasi Y ingin mengetahui berita ter-update dari perusahaan. Sebisa mungkin perusahaan selalu menyampaikan berita terkini, sehingga karyawan dapat merasakan perkembangan.
4. Pendekatan kreatif
Hal ini bisa berhubungan dengan pengadaan seragam atau atribut kantor yang kreatif dan unik sehingga karyawan senang untuk memakainya.
5. Performance review yang tidak kaku
Evaluasi performance kinerja harus disampaikan dengan cara yang bisa diterima oleh karyawan, kesan tidak kaku sehingga evaluasi mudah diterima. (Fitria.S)



Read Post | Comment

Organisasi Non-Profit Edukasi Untuk Bangsa Kuala Lumpur Malaysia

admin Human Resources 22-May-2017 15:28

Berdasarkan data dari Puslitfo BNP2TKI pada tahun 2016, Buruh Migran Indonesia di Malaysia adalah penyumbang devisa terbanyak jumlah warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Namun, sebagian besar adalah tenaga kerja yang tidak didukung dengan kemampuan memadai seperti pendidikan yang masih rendah dan soft-skill yang tidak memadai. Oleh karena itu, muncul inisiatif dari Kepala LKBN Antara biro Kuala Lumpur, yang akan memberikan pelatihan untuk menambah kemampuan para TKI. Organisasi yang dinamakan Edukasi Untuk Bangsa (EUB) didirikan pada bulan Juli 2011. Organisasi EUB dilindungi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur dan dibimbing langsung oleh Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur bekerja sama untuk memberikan pelatihan berupa Bahasa Inggris, menjahit, komputer, wirausaha dan kerajinan tangan secara gratis yang dilakukan pada setiap hari minggu. EUB memanfaatkan kontribusi dari tenaga sukarela para ekspatriat dan juga mahasiswa Indonesia.
Edukasi Untuk Bangsa (EUB) adalah sebuah organisasi yang didirikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para TKI agar mampu meningkatkan potensi diri serta lebih berkeyakinan sehingga mengangkat martabat TKI di Malaysia dan mampu berdaya saing secara global. Untuk itu, para Warga Negara Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dan para Ekspatriat serta ibu rumah tangga telah melakukan kegiatan sosial dengan mendirikan Edukasi Untuk Bangsa serta menjadi mediator dan fasilitator dengan tujuan berbagi ilmu dan keterampilan terhadap TKI sebagai sesama warga negara Indonesia di luar negeri.

Dengan bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Perum LKBN Antara biro Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK), Edukasi Untuk Bangsa akan memberikan beberapa pelatihan pembelajaran dan keterampilan umum yang terdiri dari Pelatihan Bahasa Inggris dan pelatihan Komputer serta Teknologi Informasi.
Mengenai Pelatihan Bahasa Inggris merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah di adakan sebelumnya terdiri dari dua tingkatan yaitu Beginner dan Upper beginner. Kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris lebih di titikberatkan dalam setiap sesi pertemuan dan dibekalkan dengan materi pembelajaran yang berupa modul yang dikembangkan oleh tim internal Edukasi untuk Bangsa sendiri.
Sedangkan Dalam pelatihan Komputer dan Internet, materi pelatihannya adalah terdiri dari Microsoft Office dan pengenalan internet untuk para pemula. Sedangkan untuk pelatihan tambahan, direncanakan akan diadakan pelatihan keterampilan seperti photo editing (Adobe Photoshop), AutoCad, dasar akunting dan lain-lain. Pelatihan ini akan diadakan setiap hari Minggu dalam 12 kali sesi dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebagai tempatnya. Dan waktu pelatihan tersebut adalah pada jam 11.00 - 13.00 untuk sesi Bahasa Inggris di lanjutkan dengan sesi Komputer pada jam 14.00 - 16.00. Para peserta pelatihan ini adalah Buruh Migran Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah, pekerja restoran, penjaga toko, mekanik, pekerja pabrik, dan lainnya.

Peserta berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Dengan harapan yang tinggi untuk berubah ke arah yang lebih baik, para BMI begitu antusias mengikuti program edukasi ini.
Selain mengadakan pelatihan tersebut, pada tahun 2016 organisasi EUB mengadakan kegiatan uji kompetensi sertifikasi pada bidang komputer skema operator junior dan wirausaha. Program sertifikasi perlu dilaksanakan karena telah sesuai dengan Peraturan BNSP No 2 2014, Peraturan Pemerintah No 23, Peraturan BNSP No 07/ BNSP 202/XI/2013, UU No 13 tahun 2003, Keputusan Presiden Tahun 2011, dan adanya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan fasilitas berupa peningkatan kapasitas bagi BMI. Selain itu, sertifikasi dapat meningkatkan daya saing yang dapat dinilai secara obyektif melalui keahlian yang dapat ditunjukkan melalui sertifikat. (LD/SK)



Read Post | Comment

Tradisi Akademik Berkualitas sebagai Motor Penghasil Angkatan Kerja Siap Pakai

admin Labour 22-May-2017 15:25

 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi didapatkan infomasi bahwa saat ini perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 4.455 institusi. Jumlah ini ternyata melebihi jumlah perguruan tinggi yang ada di Tiongkok yang hanya berjumlah sekitar 2.500 institusi. Padahal jika dilihat dari jumlah penduduk, penduduk Tiongkok jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan Indonesia. Tetapi, sayangnya fakta ini tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja terhadap lulusan universitas yang terampil dan sesuai dengan kualifikasi dunia usaha yang dibutuhkan.
Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Totok Prasetyo mengatakan bahwa saat ini baru 50 perguruan tinggi di Indonesia yang mendapatkan akreditasi A. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa baru ada 2 universitas Indonesia yang mampu masuk dalam 500 universitas berkelas dunia.
Padahal di Indonesia, perguruan tinggi menjadi salah satu media untuk menghasilkan angkatan kerja kan, khususnya pendidikan tinggi Indonesia.

yang terampil serta sesuai dengan harapan dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini menuntut adanya perbaikan kualitas pendidikan tinggi indonesia.
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia adalah kurangnya pemetaan kualitas pendidikan secara merata di seluruh daerah Indonesia. Persebaran kualitas perguruan tinggi saat ini di Indonesia masih berpusat di regional Jawa dan sekitarnya. Hal ini memang tidaklah mengherankan, mengingat pembangunan dan pemerintah bergerak di Jawa, sehingga kebanyakan lulusan perguruan tinggi yang seusai menyelesaikan pendidikannya akan mencari kerja di Jawa. Fakta inilah yang pada akhirnya jika diperhatikan secara makro akan berdampak pada kesenjangan perekonomian, dimana kebanyakan lulusan terampil dari universitas-univeritas terbaik di Indonesia bergerak ke tengah atau sentra pembangunan negara, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dll. (AW/SK)