Bedah Buku : Cracking Values bersih, bersinar dan kompetitif (Rhenald Kasali )

Lisliati Tazkiatul Human Resources 01-Apr-2016 17:14

Cracking Values ! Membangun Diri, Organisasi hingga Institusi

          Values atau nilai jika dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat  didefinisikan sebagai hal-hal yang dapat menyempurnakan manusia dengan hakikatnya. Dari definisi tersebut dapat diartikan bahwa manusia belum dikatakan sempurna jika tidak memiliki nilai. Buku Cracking Values yang memiliki arti penguatan nilai, hadir sebagai ilmu yang bertujuan untuk menyempurnakan manusia hingga negara. Di tengah perubahan nilai-nilai ataupun munculnya nilai-nilai buruk pada masyarakat, buku ini dapat menjadi salah satu tuntunan untuk membuat nilai-nilai yang seharusnya di pegang teguh oleh diri ataupun organisasi.

            Ada beberapa poin penting yang dibahas dalam buku ini. Yang pertama adalah pentingnya nilai-nilai untuk ditanamkan dalam kehidupan dan juga perubahan nilai yang terjadi. Dalam buku ini Rhenald Kasali memberikan berbagai contoh nilai dan pengaruhnya yang terjadi di berbagai negara seperti nilai konfusianisme yang sangat berpengaruh bagi bangsa Asia, nilai bushido yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Jepang dan telah dikombinasikan dengan nilai-nilai modern dan kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang sayangnya mulai luntur dan berubah karena globalisasi yang terjadi.

            Poin ke dua adalah tata nilai korporasi yang penting bagi keberlangsungan suatu korporat. Tanpa tata nilai suatu korporat tidak dapat bertahan lama hingga berates-ratus tahun. Banyak perusahaan yang bubar jalan karena absennya values dalam manajemen perusahaan.

            “Corporate values are first order oprating philosophies or principles, to be acted upon, that guide an organization’s internal conduct and its relationship with the external world.” – Knowledge Solution ADB

            Kehadiran tata nilai perusahaan memang tidak secara langsung mendorong kegiatan bisnis. Namun jika tata nilai perusahaan melekat dalam setiap proses bisnis, maka ia akan mampu menginspirasi orang-orang yang mengelola bisnis dan membentuk tata nilai masyarakat dan bangsanya (Rhenald Kasali 2012).

            Poin ketiga adalah cracking values, menguatkan nilai-nilai yang menjadi tuntutan publik dan sekaligus penentu bagi masa depan sebuah bangsa. Membangun nilai yang akan menjadi tuntunan setiap korporasi dan merubah hal-hal buruk yang membelengu perusahaan menjadi nilai-nilai yang menjadi kekuatan perusahaan.

            Menurut saya buku cracking values ini harus dibaca oleh setiap orang baik yang ingin menjalankan sebuah bisnis dan organisasi ataupun tidak. Buku ini menuntun setiap orang untuk memiliki nilai dalam menjalani hidup. Sudah saatnya bangsa ini kembali membangun kearifan lokal yang telah banyak menghilang, mengingat kembali pancasila yang hanya dibacakan ketika upacara dan dilupakan dalam etika berbangsa dan bernegara. Saatnya menciptakan kembali nilai baik untuk menjadi tuntunan setiap bangsa Indonesia yang menjadi ciri khas bangsa dan diingat oleh setiap individu yang ada Indonesia karena sudah jelas korupsi, diskriminasi, saling mengabaikan dan nilai buruk lain yang sering muncul di Indonesia bukan tuntunan yang diinginkan masyarakat berbangsa.



Read Post | Comment

Bedah Buku : Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise: Study and Lesson Learned from the Winners (Satyo Fatwan & Alex Denni)

Danang W. N. Human Resources 01-Apr-2016 17:10

Judul                    : Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise: Study and Lesson     Learned from the Winners 

No. ISBN            :  978-979-22-4818-0

Penulis                 :  Satyo Fatwan, Alex Denni

Penerbit               :  PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit        :  2009

Jumlah Halaman  :  236

Berat Buku          :  500 gr

Jenis Cover          :  Soft Cover

Dimensi (L x P)   :  150 x 230 mm

Kategori              :  Non-Fiksi Umum

Text Bahasa         :  Indonesia

Telah lebih dari satu dasawarsa, Knowledge Management (KM) menjadi salah satu pilihan kiat bagi para pemimpin di dunia usaha, pemerintahan, dan NGO untuk menjadikan organisasi mereka lebih baik.

Melalui pengalaman professional lebih dari 26 tahun, Satyo Fatwan telah mempin dan menangani berbagai macam proyek di berbagai industri. Bersama dengan Alex Denni, partner di Dunamis Organization Services yang juga merupakan Head of Dunamis Consulting mereka aktif berbagi pengetahuan, khususunya praktik KM oleh para pemenang MAKE dengan menulis buku ini.

Buku MAKE ini kini tampak dan terasa moderen dengan menampilkan organisasi yang terbaik dalam perspektif pengetahuan. Pada bagian awal, buku ini mengulas KM. Selanjutnya, dibahas perihal penyelenggaraan MAKE Study yang berbeda dengan studi lainnya serta untuk melengkapi pembelajaran, juga ditulis enam organisasi pemenang Asian dan Global MAKE Study.

Sejarah singkat sampai dengan rekapitulasi pemenang Global MAKE Study periode 1998-2008 dituangkan ke dalam rangkaian kalimat yang padat nan jelas sehingga menjadi preambule yang cukup menarik untuk menjadi “batu loncatan” orang awam agar lebih tertarik terhadap seluk-beluk buku tersebut. Tak hanya skala global, MAKE Study juga diselenggarakan diadakan di tingkat regional seperti Asia, Amerika Utara, serta Eropa dan pada buku ini Indonesia menjadi subjek utama pembahasan.

Yang tak kalah menarik dari bahasan buku ini yaitu beberapa temuan dari ASIAN Make Study yang lebih fokus untuk mendorong organisasi-organisasi di Asia untuk membuat terobosan-terobosan yang signifikan melalui berbagai strategi dan evaluasi bersama pihak-pihak yang terlibat. Sedangkan temuan unik dari Indonesian Make Study diantaranya adalah hasil jangka panjang dari KM sampai dengan pentingnya pengetahuan dalam persaingan global.

Bab 5 dalam buku ini adalah bab yang sangat menginspirasi dan tak boleh terlewatkan untuk dibaca. Para pemenang Indonesian Make Study adalah bahasan pokok dalam bab ini. 18 pemenang tersebut dipilih bukan hanya karena reputasi mereka di industrinya masing-masing, tetapi juga karena sejarah dan tradisi KM mereka yang kuat.

Knowledge merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting. Pembelajaran tentang pemanfaatan dan pengelolaan knowledge di suatu institusi perlu dilakukan oleh manajemen institusi tersebut. MAKE Study telah memberikan masukan tentang pemanfaatan/pengelolaan knowledge di institusi ITB, sehingga dapat digunakan untuk pengelolaan yang lebih baik”, kata Prof. Djoko Santoso, M.Sc rektor ITB sebagai salah satu pemenang di industri pendidikan.

Dengan belajar dari organisasi berbasis pengetahuan, kita punya peluang untuk menciptakan the best possible level of performance di seluruh jajaran organisasi dengan membangun know-how dan keterampilan organisasi kelas dunia berbasis pengetahuan.

Yang dapat kita pelajari dari para pemenang MAKE Study yaitu komitmen dan konsistensi dalam menciptakan budaya berbasis pengetahuan. Kekuatan utama mereka dipetakan sedemikian rupa sehingga kita dapat mengetahui posisi relatif suatu organisasi dibandingkan dengan organisasi lainnya.

 Sebagian dari pemenang Indonesian MAKE Study mengakui mereka tidak lebih dulu mengenal apa yang disebut dengan KM saat mereka turut serta dalam MAKE. Ada banyak metode dan alat manajemen yang mendukung inisiatif atau program tersebut melalui pemanfaatan pengetahuan orang-orang dan pengetahuan organisasi.

Dengan demikian, yang menjadi tantangan organisasi di Indonesia ke depan adalah : Apakah organisasi pemenang Indonesia MAKE Study akan dapat berprestasi sebaik organisasi pemenang Asian MAKE Study atau bahkan berkiprah dalam ajang Global MAKE Study? Perjalanan tentu masih panjang dan waktulah yang akan membuktikan.

Majulah organisasi Indonesia!



Read Post | Comment

Bedah Buku : How to Enjoy Your Life and Your Job (Dale Carnegie)

Dewinta Ayu Labour 01-Apr-2016 17:05

Pengarang: Dale Carnegie

Publikasi: 2 Januari 1990

Penerbit: Pocket Books

Halaman: 230

 

Pernahkah kamu berhenti berpikir bahwa kebanyakan dari kita menghabiskan wktunya untuk bekerja – apapun pekerjaannya?

Sadarkah kita bahwa sikap kita yang selalu mengarah pada pekerjaan belum tentu menjamin kebahagiaan kita? Justru yang akan kita dapatkan adalah frustasi, penat, dan bosan.

Hidup itu sebenarnya sangat beragam tergantung bagaiman cara kita menciptakan keragaman itu. Jika pertama kita mencoba menerima diri kita, melihat kebaikan dari sebaik-baiknya ketidak baikan, dan sibuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Disitulah kita kehilangan waktu dan kekhawatiran.

Hal sederhana untuk menerima diri sendiri yang sering kita tidak sadari adalah menemukan diri kita dan tetap menjadi diri sendiri. “Remember, there is no one else on earth like you” Kamu adalah sesuatu yang baru di dunia ini. Tidak pernah ada sebelumnya orang yang persis sepertimu, dan tidak akan pernah ada lagi orang yang sama persis seperti kamu sepanjang masa. Sikap menerima diri sendiri akan membawa kita pada kedamaian. Ingatlah, jangan meniru orang lain. Temukan diri kita, dan jadi diri kita sendiri.

Dalam sukses bekerja ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. “Clear your desk of all papers except those relating to the immediate problem at hand” biasakan untuk tidak membiarkan meja kita penuh dengan tumpukan tugas yang belum terselesaikan. Pilah-pilah dan tentukan mana tugas yang harus segera diselesaikan, and finish it. Lakukan hal-hal dari yang paling penting atau yang paling mendesak. “When you face a problem, solve it then and there if you have the facts necessary to make a decision. Don’t keep putting off decisions.” Masalah perlu untuk segera diselesaikan karena akan datang masalah-masalah berikutnya. Dan sebelum kita mengatasi masalah, kita tidak boleh ada masalah sebelumnya. Tidak ada yang ditunda dan tidak ada yang ditinggalkan. Keputusan harus diambil untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan apa-apa. Dengan terselesaikannya masalah maka kita kan terhindar dari rasa cemas. Untuk menghindari rasa cemas kita juga perlu bersyukur “Think of all we have to be grateful for and thank God for all our boons and bounties.” Setiap hari kita hidup di dunia yang amat indah. Tapi kita terlalu buta untuk melihatnya dan terlalu merasa kenyang untuk menikmatinya. Hitunglah berkahmu bukan masalahmu. Jika kritik datang pada dirimu, “Remember that no one ever kicks a dead dog” kamu di kritik karena kamu mencapai sesuatu dan mendapatkan perhatian lebih. Ingat, kritik yang kejam adalah pujian yang tersembunyi. Jadi ketika kita di kritik secara tidak adil, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Sembilan puluh sembilan dari seratus orang tidak mengkritik dirinya sendiri tapi mengkritik orang lain. Ketika kita ingin mengkritik orang lain harusnya katakan terlebih dahulu kesalahan kita. Dan bahkan lebih baik ketika kita mencoba mengerti apa yang mereka lakukan dan bukan justru mengritik mereka.

Di sisi lain “We need to learn to organize, deputize, and supervise.” Dalam bekerja kita tentu memiliki peran masing-masing sesuai dengan jabatan kita. Memberikan tanggung jawab pekerjaan kepada orang lain tidaklah salah bila itu sesuai dengan kewajiban mereka. Jangan membiarkan diri kita menyelesaikan tugas yang bukan menjadi tanggung jawab kita, itu akan membuat kita penat dan letih. Kepenatan dan keletihan biasanya datang dari mental dan emosional. Untuk itu dalam bekerja kita juga perlu santai. Bersantailah di waktu senggang, bekerjalah dengan posisi yag nyaman, katakan pada diri sendiri apakah kita terlalu keras bekerja. Rasa bosan, lelah, penat sering kali datang karena kita melakukan pekerjaan yang kita tidak tertarik padanya. Maka dari itu kita harus belajar untuk “seolah-olah” tertarik pada pekerjaan itu maka lama-kelamaan kita akan benar-benar tertarik pada pekerjaan itu, dengan senang hati kita akan melakukannya.

Dalam dunia kerja dan hidup, bersikaplah tulus dalam memuji, maka kita akan dihargai dan perkataan kita tidak akan dilupakan. Untuk membuat orang lain tertarik padamu, jangan berpikir tentang apa yang kita mau tapi pikirkanlah apa yang mereka mau. Karena sukses adalah ketika kita dapat menarik perhatian orang lain. Tapi dalam hal menarik orang lain, kita harus melakukannya dengan tulus. Jadilah menarik bagi orang lain, bukan menjadikan orang lain tertarik pada diri kita. Buatlah orang lain merasa berharga, karena pada prinsipnya setiap manusia memohon untuk dihargai. Lakukan sesuatu yang mereka inginkan kamu melakukannya untuk mereka. Katakana pada seseorang tentang dirinya maka mereka akan mendengarkan dan buat orang lain berhaga secara tulus.

Menghindari musuh dalam kehidupan tidaklah mudah, karena pada dasarnya tidak ada seseorang yang suka diperintah. Maka jangan diperintah cukup dengan menanyakan hal sebagai penggantinya. Kita tidak bisa mengajarkan orang lain sesuatu hal, kita hanya bisa membantu mereka menemukan hal itu pada diri mereka. Berikan respek pada pendapat orang lain, jangan katakan mereka salah. Untuk berkerja sama dengan orang lain, katakan apa yang akan kita berikan jika kita dapatkan sesuatu dari mereka.

Dan poin terakhir dari kesuksesan adalah biarkan orang lain menjaga harga dirinya. Jika memang mereka salah, jangan perdebatkan itu di depan orang banyak. Dan katakan dengan kalimat yang tidak menyinggung perasaannya.



Read Post | Comment

Bedah Buku : The Test Book (Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler)

Nadia Dija A. Human Resources 01-Apr-2016 16:57

Nama : Nadia Dija Aisiya

Judul Buku : The Test Book: 64 Tools to Lead You to Success

Penulis : Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler

Penerbit : Profile Books Ltd

Publikasi : 2014

Tebal : 195 Halaman

 

 

Judul buku yang menarik: Buku tes dan menawarkan 64 alat yang akan membawa saya menuju kesuksesan. Saya senang saat tersadar bahwa dalam hidup, hanya orang bodoh yang tidak melihat ruang untuk perbaikan dan kemajuan - dan selain itu, buku ini ramping, ideal untuk dimasukkan ke tas dan dibaca saat menunggu sesuatu.

Untuk sebagian tes termasuk serius, karena menggunakan tes yang digunakan oleh para profesional. Dari intelegensi sampai tipe kepribadian melalui kreativitas dan skill kepemimpinan, Krogerus dan Tschäppeler akan membantu Anda melihat bagaimana Anda ongkos pada setiap sifat penting yang Anda butuhkan untuk berhasil. Di luar kemampuan Anda sendiri, The Test Book juga menyediakan tes sampel diagnostik untuk karir Anda, hubungan dan bisnis, membuat sketsa dimana bukan hanya apa keahlian Anda, tetapi seberapa baik Anda memanfaatkannya. Beberapa tes tua favorit - GMAT, MBTI, IQ, EQ - dan banyak lagi yang tes yang tidak banyak orang ketahui seperti Rorschach Test, Koan Test, dan Stork Test. Setiap tes telah diringkas hanya dalam beberapa halaman, membawa Anda ke rute tercepat untuk mengetahui diri sendiri.

Dengan analisis mendalam dari sejarah, kekuatan dan kelemahan masing-masing tes dan apa arti jawaban Anda untuk Anda, The Test Book adalah cara tercepat dan paling menghibur untuk membekali diri anda menuju kebahagiaan dan kesuksesan.



Read Post | Comment

 Archive


   Magazine


   Contact Us