KARAKTERISTIK GEN MILLENNIAL BERKAITAN DENGAN EFEKTIVITAS PERKEMBANGAN SUATU ORGANISASI

admin Human Resources 20-May-2017 01:50

Generasi Millenial atau Generasi Y adalah kelompok demografis setelah Generasi X. Menurut para peneliti sosial, kelompok generasi yang lahir di antara tahun 1980 hingga 2000 disebut sebagai generasi millennial. Maka, dapat dikatakan generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun. Pada tahun 2010, Pew Research Center merilis laporan riset dengan judul Millennials: A Portrait of Generation Next. Pada tahun berikutnya, yaitu pada 2011, Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley melakukan studi dengan mengambil tema American Millennials: Deciphering the Enigma Generation. Meskipun sudah banyak studi tentang generasi millennial di dunia, terutama di Amerika, Indonesia belum banyak melakukan studi dan kajian tentang hal tersebut. Padahal generasi muda menjadi dominan dalam hal jumlah di Indonesia. Ada sebesar 34,45% jumlah populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15 – 34 tahun. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi millennial memang dikatakan unik. Hasil riset yang dirilis oleh Pew Research Center misalnya yang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya.

Yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah masalah penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini Di Indonesia pun terjadi hal yang serupa. Hasil survey yang dilakukan Alvara Research Center tahun 2014 menunjukkan Generasi yang lebih muda, 15 – 24 tahun lebih menyukai topik pembicaraan yang terkait musik/film, olahraga, dan teknologi. Sementara generasi yang berusia 25 – 34 tahun lebih variatif dalam menyukai topik yang mereka perbincangkan, termasuk didalamnya sosial politik, ekonomi, dan keagamaan. 

Konsumsi internet penduduk kelompok usia 15 – 34 tahun juga jauh lebih tinggi dibanding dengan kelompok penduduk yang usianya lebih tua. Hal ini menunjukkan ketergantungan mereka terhadap koneksi internet sangat tinggi.
Dengan perkembangan teknologi dan komputer yang semakin maju, generasi ini tumbuh dalam iklim yang sangat dekat dengan teknologi dan serbuan informasi yang cepat dan canggih. Generasi ini adalah generasi yang cepat menerima dan mengadopsi informasi yang lebih cepat, dan akan mencapai kebosanan apabila menjalani metode pelajaran tradisional. Generasi Millenials muncul untuk menjadi generasi yang muncul untuk menjadi teknologi yang paling canggih, yang mencakup teknologi seperti iPod, MP3s, kamera ponsel, PDA, kamera digital dan DVD Player.
Karena adanya teknologi yang begitu canggih dan aliran informasi yang berlimpah dan cepat, generasi millennial menghadapi perubahan yang terus menerus. Mereka selalu mencari tantangan, mempunyai rencana jangka panjang, optimistik, menghargai pengalaman pribadi dan punya pemikiran yang kritis. Karena dalam kehidupan mereka sehari-hari teknologi sudah menjadi bagian dari hidup mereka dan merupakan abad informasi untuk mereka dalam mencerminkan pola pikir mereka dalam gaya belajar pada generasi millineal ini. Generasi ini memperlihatkan gaya belajar yang berbeda Pembelajaran mereka tercermin lebih interaktif melalui kerjasama tim, pengalaman, kolaborasi dan kelompok berpikir, mandiri dan tersturuktur dalam penggunaan teknologi.

Generasi Millennial yang memiliki perbedaan karakteristik yang drastis dengan generasi-generasi sebelumnya yang menjadi panutan mereka, membentuk generasi ini dalam memiliki sifat yang penuh rasa ingin tahu, agresif, dan penuh percaya diri. Mereka memiliki harga diri yang tinggi, selalu mudah untuk 'berteknologi ria' dan bisa menerima perbedaan dengan sangat baik.
Multitasking adalah cara hidup generasi ini, yaitu penanganan informasi dan berkomunikasi. Seperti bagaimana generasi-genarasi sebelumnya pulang ke rumah dan menonton TV, sedangkan generasi ini pulang ke rumah mendengarkan iPod sambil mengerjakan pekerjaan rumah, sambil mengetik SMS dari ponsel mereka. Selain itu, mereka juga menggunakan internet untuk penelitian atau informasi apapun yang mereka butuhkan. Karena multitasking ini, generasi ini tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk memproses beberapa aliran informasi pada waktu yang sama. Dalam suatu praktek bisnis, kemampuan dan karakteristik seperti itu dapat membantu organisasi berkembang untuk berubah guna mencapai efektivitas organisasi yang lebih tinggi, yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat jangka panjang sebagai upaya untuk mencapai perbaikan dalam suatu organisasi.



Read Post | Comment

Generasi Y: Pekerjaan Apa Yang Saya Sukai ?

admin Labour 20-May-2017 01:48

Generasi Y adalah generasi yang lahir tahun 1977-2002 (Erickson, 2008). Erickson juga menyatakan bahwa generasi Y memiliki karakteristik yakni mereka adalah generasi yang multikultural, memiliki tingkat kesukarelawanan yang tinggi, percaya diri, dan juga cerdas dalam teknologi. Secara umum generasi tersebut merupakan individu yang ingin dihargai untuk usaha, dengan harapan mereka akan mendapatkan pujian secara konstan (Crampton & Hodge, 2009).

Generasi Y ini yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang memudahkan mereka untuk dapat berkomunikasi di komunitas social network. Generasi Y memiliki karakteristik yang lebih kompleks. Karakteristik generasi Y, yaitu sebagai generasi millenium yang lebih toleran terhadap ras, agama, budaya, orientasi seksual, dan juga status ekonomi daripada generasi sebelumnya Cole, Smith, dan Lucas (2002). Anggota generasi Y umumnya lebih berpikiran sipil dan tampak cenderung lebih aktif terlibat dalam relawan publik daripada generasi sebelumnya (Pooley, 2005). Generasi Y juga dianggap sebagai generasi yang ramah teknologi dalam berhubungan, sehingga generasi Y mudah berkomunikasi dengan orang lain dan mengakses informasi dengan cepat dan seketika.

Generasi Y biasanya mendefinisikan diri mereka sendiri dengan siapa mereka bekerja, bukan dengan pekerjaan. Generasi Y memiliki keinginan dalam fleksibilitas kerja dan karir. Selanjutnya, dengan keakraban mereka dengan teknologi, milenium percaya bahwa mereka dapat bekerja lebih efisien. Sementara mereka lebih suka fleksibilitas untuk bekerja di luar kantor, Generasi Y nyaman bekerja secara kelompok. Generasi Y beroperasi dan bekerja dengan nyaman di tim dan dengan karyawan lain.
Dalam era globalisasi dan era liberalisasi seperti sekarang ini, pengambilan keputusan karier bukanlah keinginan sesaat semata. Penentuan tersebut harus didasarkan pada kemampuan dan pemahaman diri mereka sendiri. Menurut Rahayu, dkk (2003) menyatakan bahwa terdapat perbedaan persepsi atau pandangan mahasiswa terhadap pemilihan karier mereka berdasarkan gender.
Oleh karena itu gender juga menjadi salah satu hal yang juga mempengaruhi dalam proses perekrutan sektor publik. Tempat kerja yang paling disukai generasi Y, mayoritas adalah sektor swasta (tidak berkaitan dengan pelayanan publik), berdasarkan tingkat loyalitas terhadap tempat kerja yang paling disukai, mayoritas yaitu tidak yakin untuk tetap tinggal atau beralih ke sektor lain.

Sedangkan persepsi dari generasi Y terhadap pemilihan karier di perusahaan publik secara umum dinilai baik, apabila dilihat dari faktor-faktor kekuatan dan juga kelemahan perekrutan di perusahaan publik. Untuk persepsi yang dinilai paling kuat dari generasi Y adalah fasilitas atau tunjangan, sementara untuk persepsi yang dinilai lemah yaitu lingkungan kerja yang positif. Selain itu, terdapat perbedaan persepsi yang signifikan dari generasi Y terhadap pemilihan karier di perusahaan publik berdasarkan gender. Akan tetapi untuk faktor-faktor kekuatan atau kelemahan baik dari sisi perempuan maupun laki-laki tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam penentuan pemilihan karier mereka di perusahaan publik. Faktor-faktor yang merupakan kekuatan pekerjaan di sektor publik adalah pada fasilitas atau tunjangan, menarik pelamar yang terbaik, keseimbangan kerja atau hidup, gaji, lingkungan kerja yang kompetitif, dampak sosial dari kerja organisasi, peluang untuk berkembang, dan keamanan kerja, mendorong inovasi dan kreativitas keragaman tugas dan lingkungan kerja yang positif. Generasi Y yang merupakan generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang berubah dengan cepat, memiliki kemajuan teknologi yang berpengalaman seperti internet dan ponsel, mereka membutuhkan kesempatan untuk t”umbuh dan berkembang dalam setiap kariernya.  



Read Post | Comment

Generation Y: Creativity In Laziness

admin Organization Development 20-May-2017 01:46

 

 

Manusia generasi Y, siapa itu? Manusia generasi Y adalah manusia yang lahir antara tahun 1980 – 1990-an. William J. Schroer mendeskripsikannya sebagai sebuah kelompok masif dari primida tertentu sebagai lost generation. Mereka cenderung skeptis pada lingkungan kerjaya karena sifat mereka yang self-centered. Manusia generasi Y yang ada sekarang mungkin saja memiliki latar belakang kehidupan yang bisa saja berbeda 180 dejarat dengan anda yang lahir sebelum tahun 1980. Lalu seperti apakah karakter manusia generasi Y ini dan bagaimana cara memaksimalkan potensinya?

Kenapa generasi Y dikatakan sebagai generasi pemalas?  manja dan suka dengan kenyamanan adalah jawabannya. Beberapa latar belakang pada umumnya generasi Y hidup dengan pola pengasuhan yang intens dan nyaman. Dengan begitu perhatian yang lebih membuat mereka manja dan suka dengan kenyamanan. Mereka tidak suka bayak aturan dan tantangan yang terlalu berat. Apalagi kehidupan mereka kini didukung dengan beragam layanan komunikasi dan teknologi. Hal ini membuat kehidupa mereka menjadi serba instan dan segala pekerjaan menjadi semakin mudah.  Namun di sisi lain mereka adalah generasi yang berpikir kritis. Sebuah kepemimpinan adalah hal yang krusial bagi seorang manusia generasi Y. mereka sering kali melancarkan kritik dan protes bila ada kebijakan yang menurutnya tidak sehat. Sasarannya tentu adalah pemimpin dan jajaran manajemen dalam sebuah perusahaan.

Mereka juga penuh kreatifitas, hal ini dapat menghaslkan keuntungan bagi perusahaan apabila dimaksimalkan. Mereka bisa menciptakan hal-hal yang tak terduga yang tak terpikirkan sebelumnya. Dengan kreatifitas ini, mereka dapat membuktikan bagaimana sebuah bisnis dan perusahaan dapat berkembang pesat.
Selain itu, apabila dikaitkan dengan pengembangan kota, maka generasi Y bisa dikatakan sebagai Sumber Daya Kreatif (Creative Capital) dan lingkungannya sebagai kota yang Humanis. Konteks humanis disini merangkul kebutuhan yang lebih luas yaitu perihal yang sifatnya kreatif, pintar, ataupun tumbuh cerdas. Namun kembali lagi pada sifat pemalasnya, untuk megakomodasikan generasi Y yang tentu tetap memiliki perbedaan.

Maka, setiap ruang publik diharapkan memiliki variasi yang semakin banyak dan nyaman. Untuk itu ruang publik tersebut akan terisi oleh generasi-generasi yang kreatif yaitu generasi Y. Kreatifitas yang dimiliki oleh generasi Y tidak lepas dari sifat pemalasnya. Agar kota-kota bisa menarik banyak generasi Y untuk bekerja dan tinggal, maka tindakan untuk menciptakan ruang yang mendukung sinergitas akan kebutuhan masa depan adalah keputusan yang tepat. Karena selain lingkungan pekerjaan yag menentukan kenyamanan bagi generasi Y, lingkungan tempat tinggal juga menentukan suasana penilaian yang melekat dalam pola kerja generasi Y. Generasi Y akan memilih tempat tinggal yang dapat menjamin investasi lain selain pekerjaan itu sendiri. 



Read Post | Comment

Mini Seminar Exchange

Admin Labour 14-Feb-2017 10:10

HR Clinic of Management Department IPB

Proudly Present:  

MINI SEMINAR EXCHANGE  

Hello teman - teman! Tertarik untuk belajar di luar negeri? Buat menambah wawasan dan pengalaman kamu.

Yuk hadir dalam Knowledge Sharing with the Expert "Going Abroad, Why Not?"

Hari, tanggal : Jum'at, 17 Februari 2017

Pukul : 15:30-17:30 WIB

Tempat : RK B1C1 Faperta IPB

Pembicara : Ranitya Nurlita, Indonesia Participant of JENESYS 2.0 - Japan 2014

Moderator: Nadia Dija Aisiya, Mahasiswa berprestasi Departemen Manajemen FEM IPB

Daftarkan dirimu segera di bit.ly/seminarexchange Limited seat! [FREE!!!]

Contact Person : Lisliati Tazkiatul K MAN51 (085871393408)

________________________

Bogor, 17 Februari 2017

HR Clinic of Management Department

_________________________

Web : www.hr-clinic.com

 



Read Post | Comment

 Archive


   Magazine


   Contact Us